27 September 2009

Penampilan Kepemimpinan Kepala Sekolah | Manajemen Kepemimpinan Lembaga Pendidikan islam

A. Pendahuluan
Penampilan tak bisa dipungkiri adalah cerminan sosok dan citra diri yang sangat berperan terhadap penilaian orang lain terhadap orang lain. Bahkan, dalam berbagai hal, penampilan bisa menjadi 'modal utama' agar tidak dipandang sebelah mata relasinya. Pentingnya penampilan itulah yang membuat rangkaian menata penampilan menjadi hal yang harus mendapat porsi perhatian tersendiri oleh setiap orang. Tak hanya dalam kehidupan pribadi maupun sosial, tapi juga mencakup kehidupan karir seseorang. Bahkan bisa dibilang, penampilan adalah satu bagian penting terkait pembentukan citra profesional serta memberi rasa kepercayaan diri yang tinggi untuk mengekspresikan kompetensi yang dimiliki.

Penampilan erat kaitannya terhadap pembentukan citra diri, setiap orang tentunya harus mulai memperhatikan penampilan masing-masing. Tak sebatas orang dengan profesi tertentu saja tapi bagi siapapun yang bekerja maupun tidak bekerja. Itu karena, penampilan menentukan kesan awal yang bakal tertangkap pada diri kita. Jika kesan awal saja tidak baik, maka tidak tertutup kemungkinan bila kesan berikutnya akan terpengaruh oleh kesan pertama. “Penampilan mendukung wibawa, meskipun sebenarnya kewibawaan tidak sepenuhnya ditentukan oleh penampilan. Ada yang sederhana, tapi juga tetap terkesan berwibawa.” Itulah kenapa front office staff harus lebih memperhatikan penampilan. "Atasan atau bawahan sama saja. Artinya aspek penampilan tetap sama-sama harus diperhatikan. Atasan yang klimis, rapi dan bersih pasti akan menimbulkan perasaan nyaman, senang dan bangga bagi bawahan atau anak buahnya," ungkap psikolog S Susilowati Senior Executive HRD PT Batamindo Investment Cakrawala Batam[1].

Penampilan adalah bagian dari gambaran atau cermin dari kepribadian seseorang. Maka ketika seseorang berpenampilan rapi dalam berpakaian, hal tersebut menunjukkan bahwa orang tersebut menaruh perhatian dengan dirinya. “Sementara itu berpakaian dalam penampilan bekerja tidaklah harus mewah atau berlebihan. Namun, disesuaikan dengan kondisi ruang kerja dan lingkungan dia bekerja,” ujar Adelina Situmorang, HRD Manager Panbil Industrial Estate.

Kemudian seorang karyawan atau bahkan pimpinan yang kurang rapi secara tidak langsung mencerminkan image atau gambaran keadaan perusahaan tersebut. Oleh karena itu pada perusahaan-perusahaan besar untuk membentuk image yang positif pada perusahaan tersebut, maka diberikan seragam pakaian kerja untuk karyawan supaya terjadi keseragaman antar karyawan. Hal ini juga untuk menghindari adanya perbedaan / status sosial. “Namun demikian tidaklah dapat dikatakan bahwa penampilan di kantor berpengaruh langsung kepada karir. Karena, yang berpengaruh langsung terhadap karir lebih berkaitan dengan performance kerja dan adanya kesempatan,” lanjut Adelina[2].

Kepala sekolah adalah pengelola pendidikan di sekolah secara keseluruhan, dan juga kepala sekolah adalah pemimpin formal pendidikan di sekolahnya. Dalam suatu lingkungan pendidikan di sekolah, kepala sekolah bertanggung jawab penuh untuk mengelola dan memberdayakan guru-guru agar terus meningkatkan kemampuan kerjanya. Dengan peningkatan kemampuan atas segala potensi yang dimilikinya itu, maka dipastikan guru-guru yang juga merupakan mitra kerja kepala sekolah dalam berbagai bidang kegiatan pendidikan dapat berupaya menampilkan sikap positif terhadap pekerjaannya dan meningkatkan kompetensi profesionalnya, dengan begitu tujuan yang akan dicapai oleh sekolah akan berhasil sesuai yang diharapkan.

Keberhasilan suatu sekolah pada hakikatnya terletak pada efisiensi untuk menghindari segala bentuk pemborosan[3] dan efektivitas penampilan seorang kepala sekolah. Sedangkan Sekolah sebagai lembaga pendidikan bertugas menyelenggarakan proses pendidikan dan proses belajar mengajar dalam usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam hal ini kepala sekolah sebagai seseorang yang diberi tugas untuk memimpin sekolah, kepala sekolah bertanggung jawab atas tercapainya tujuan sekolah. Kepala sekolah diharapkan menjadi pemimpin dan inovator di sekolah. Oleh sebab itu, kualitas kepemimpinan kepala sekolah adalah signifikan bagi keberhasilan sekolah[4].

B. Konsepsi dan Maknanya

Penampilan kepemimpinan kepala sekolah adalah prestasi atau sumbangan yang diberikan oleh kepemimpinan seorang kepala sekolah, baik secara kualitatif maupun kuantitatif yang terukur dalam rangka membantu tercapainya tujuan sekolah. Penampilan kepemimpinan kepala sekolah ditentukan oleh faktor kewibawaan, sifat dan keterampilan, perilaku maupun fleksibilitas pemimpin. Menurut Wahjosumidjo, agar fungsi kepemimpinan kepala sekolah berhasil memberdayakan segala sumber daya sekolah untuk mencapai tujuan sesuai dengan situasi, diperlukan seorang kepala sekolah yang memiliki kemampuan profesional yaitu: kepribadian, keahlian dasar, pengalaman, pelatihan dan pengetahuan profesional, serta kompetensi administrasi dan pengawasan. Ada empat bagian yang penting dan saling berkaitan jika ditinjau dari model penampilan organisasi:

a. Sebuah organisasi sebagai suatu kesatuan yang memiliki suatu misi.

b. Tujuan atau sasaran utama yang dapat diukur dari penampilan (kinerja/prestasi yang ditampilkan).

c. Tanggung jawab pokok dan proses.

d. Output yang dihasilkan.

Agar fungsi kepemimpinann kepala sekolah berhasil memberdayakan segala sumber daya sekolah untuk mencapai tujuan sesuai dengan situasi, diperlukan kemampuan professional, yaitu kepribadian, keahlian dasar, pengalaman dan keterampilan prfesional, pelatihan dan pengetahuan professional, serta kompetensi administrasi dan pengawasan.

C. Kekuatan Pendorong

Suatu hal yang menarik dalam dunia pendidikan bahwa bawahan baik perorangan maupun keelompok dengan sadar selalu emngikuti dan melaksanakan apa yang dikehendaki leh pemimpin. Demikian pula dengan penampilan kepemimpinan kepala sekolah yang berupa suatu sumbangan atau kontribusi terhadap pencapaian proses pencapaian tujuan sekolah, sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu kewibawaan (power), sifat-sifat dan keterampilan,perilaku (behavior), serta fleksibilitas pemimpin[5].

1. Kewibawaan (power)

Kewibawaan merupakan keunggulan dan kelebihan atau pengaruh yang dimiliki oleh kepala sekolah. Hal ini dapat mempengaruhi orang bahkan menggerakkan, memberdayakan segala smber daya sekolah untuk mencapai tujuan sekolah sebagai dengan keinginan kepala sekolah. Menurut Amitai dan Roven kewibawaan sebagai suatu potensi yang berpengaruh dapat dibedakan ke dalam berbagai klasifikasi[6]:

a. Position Power, kewibawaan ini bersumber atau mengalir dari jabatan atau kedudukan formal seorang pemimpin yang telah ditetapkan dengan legitimasi atau surat keputusan dari pejabat yang berwenang kepada bawahannya. Kepala sekolah memiliki wewenang untuk mengatur, memberikan tugas, bahkan memaksa (Coersive Power) dan dapat memberikan hukuman atau penghargaan (Reward Power) kepada bawahannya, sehingga bawahannya loyal dan bersedia melaksanakan perintah keinginan kepala sekolah.

b. Personal Power, kewibawaan ini karena kepala sekolah mampu menggerakkan bawahannya karena sifat-sifat pribadi atau keteladanan (referent power) yang menimbulkan daya tarik kepercayaan dan kekaguman, serta keahlian (expert power) yang menyebabkan bawahan hormat dan unduk karena keahlian dan pengalaman maupun pendidikan yang dimiliki kepala sekolah.

2. Sifat-sifat dan Keterampilan

Sifat-sifat atau kualitas kepala sekolah dapat tercermin dari aspek-aspek fisik dan piskis. Ciri-ciri fisik meliputi tinggi badan, penampilan dan tingkat energi. Sedangkan kepribadian mencakup harga diri, pengaruh dan keantapan emosi. Selanjutnya keterampilan meliputi kecerdasan, kelancaran berbicara, keaslian dan wawasan kemasyarakatan. Menurut hasil studi Stogdill bahwa ciri-ciri keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah secara garis besarnya dirasakan, diamati ada tidaknya beberapa indikasi sebagai berikut[7]:

a. Dorongan yang kuat untuk bertanggung jawab dan penyelesaian tugas.

b. Penuh semangat dan tekun di dalam meyakinkan tujuan.

c. Berani mengambil risiko dan keputusan.

d. Berusaha untuk berlatih, berpikir ke dalam situasi masyarakat.

e. Percaya diri dan memiliki identitas kepribadian.

f. Keinginan kuat untuk menerima konsekuensi keputusan dan tindakan.

g. Tahan uji dalam menghadapi tekanan akibat hubungan antarpribadi.

h. Kemampuan untuk bersabar dalam dalam menghadapi kegagalan dan penundaan.

i. Kecakapan dalam mempengaruhi perilaku orang lain.

j. Kemauan untuk menciptakan sistem hubungan kemasyarakatan.

3. Perilaku

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh para pakar melalui analisis actual kepemimpinann, memberikan kesimpulan bahwa tingkah laku, perilaku atau apa yang dilakukan oleh para pemimpin dalam memberdayakan sumber daya suatu organisasi lebih dekat hubungannya dengan proses kepemimpinan. Perilaku sebagai salah satu potensi atau kekuatan pendorong penampilan kepala sekolah dapat mempedomani teori atau pikiran-pikiran dasar kepemimpinan di bawah ini:

a. Perilaku pemimpin yang mengutamakan tugas (Task oriented) dimana seorang pemimpin mengarahkan bawahannya dalam usaha pencapaian tujuan organisasi dengan ditandai adanya planning, organizing, dan controlling.

b. Perilaku pemimpin yang mementingkan hubungan kerja (Relationship Orientid) dimana seorang pemimpin mempunyai hubungan kerja yang sifatnya pribadi dan ditandai dengan adanya saling mempercayai, menghargai ide-ide bawahannya serta tenggang rasa terhadap peran bawahannya.

c. Perilaku pemimpin yang engutamakan hasil (Effectiveness) dimana seorang pemimpin berhasil mencapai tujuan organisasinya sesuai dengan persyaratan kedudukannya.

4. Fleksibilitas

Meruapakan tingkat kelenturan kepemimpinan seorang kepala sekolah untuk beradaptasi dengan lingkungan atau situasi sekolah yang di dalamnya berkumpul atau bekerja sama antar SDM sehingga dapat diberdayagunakan dalam mencapai tujuan sekolah. Suatu lingkungan diamana proses penampilan kepemimpinan kepala sekolah terjadi, pada dasaranya dapat dikelompokkan ke dalam dua hal pokok, yaitu SDM sebagai bawahan dan factor di luar SDm seperti tujuan, struktur organisasi, waktu, tempat dsb. Dalam hal ini “bawahan” merupakan factor terpenting yang erat kaitannya dengan tingkat fleksibilitas penampilan kepemimpinan sekapal sekolah.

Bawahan dapat diidentifikasi sebagai para guru, laboran, pustakawan, para siswa dari suatu sekolah yang ditandai dengan “tingkat kematangan” yang ditunjukkan oleh mereka terhadap tugas-tugas tertentu, fungsi dan tujuan sekolah yang ingin dicapai. Yang dimaksud dengan “tingkat kematangan bawahan” ada beberapa indikasi berikut:

a. Mempunyai tujuan yang dapat dicapai, tujuan yang menggambarkan prestasi.

b. Mempunyai tanggung jawab dalam arti memiliki motivasi atau kemauan untuk menentukan tujuan.

c. Mempunyai pendidikan dan pengalaman.

d. Memiliki kematangan tugas dan psikologis.

e. Tingkat kemauan dan kemamuan bawahan yang tidak sama.

Bawahan dikatakan memiliki tingkat kematangan tinggi apabila mempunyai kemampuan teknik, pengetahuan terhadap tugas, serta kematangan psikologis dalam melaksanakan tugas-tugasnya. dan dikatakan meiliki tingkat kematangann rendah apabila tidak ada keterampilan teknik dan pengetahuan terhadap tugas serta rasa percaya diri dan harga diri.

namun ada pendapat dari pakar yang lain menyimpulkan bahwa sikap fleksibilitas pemimpin tercermin pada tiga unsure berikut:

a. Cocok, artinya selalu mengatur dan emngendalikan perilakunya sesuai dengan situasi termasuk dengan bawahannya dimana proses kepemimpinan itu dilaksanakan.

b. Sejalan, artinya selalu mengarahkan perilaku kepemimpinannya sesuai tugas serta kenyataan organisasi yang dipimpinnya.

c. Taat asas, tidak lain ialah ketaatan atau sikap konsisten pemimpin pada kepribadian dan keyakinan.

Menurut teori situasi pada hakikatnya ada beberapa prinsip dasar yang perlu diperhatikan dan penting untuk dipahami serta dilaksanakan oleh para pemimpin, termasuk kepala sekolah[8]:

a. Kepemimpinan efektif, kepemimpinan yang selalu menyesuaikan diri dengan tingkat kematangan bawahannya.

b. Pemimpin yang efektif akan selalu membantu bawahan dalam eprkembangan mereka, yaitu dari tidak atau belum matang menjadi matang.

c. Perilaku pemimpin cenderung berbeda-beda dari situasi ke situasi lain.

d. Setiap pemimpin penting untuk memdiagnosa situasi.

e. Pemimpn yang baik jika mampu merubah perilakunya sesuai situasi dan memperlakukan bawahannya sesuai dengna tingkat kedewasaanya.

f. Empat perilaku pimpinan yang harus disesuaikan dengan tingkat kematangan bawahan (M): instruktif (M= tidak mau, tidak mampu), konsultatif (M= mau tapi tidak mampu), partisipatif (M= tidak mau, tidak mampu) dan delegatif (M= mau dan mampu).

D. Sasaran

Ada lima sasaran pokok yang harus selalu dibina oleh setiap kepala sekolah, yaitu:

1. Program Pengajaran

Jika seorang kepala sekolah ingin sekolahnya yang dipimpinnya behasil, maka ia harus memiliki komitmen tinggi terhadap program pengajaran. Program pengajaran menyangkut lima masalah pokok yaitu isi, susunan program, kurikuler dan ekstrakurikuler, pelaksanaan dan pengembangan kurikuler tingkat nasional dan tingkat daerah. Dampak penampilan kepala sekolah terlihat pada perubahan yang terjadi pada para siswa dan SDM yang lain:

a. Dalam jangka pendek: perkembangan intelektual, keberhasilan akademik, gairah untuk memperoleh pengetahuan, kreatifitas, sikap social; pengembanan pribadi, kesehatan fisik dan emosi, pengembangann keterampilan kepedulain karir, perencanaan keterampilan dan keterampilan kerja.

b. Dalam jangka panjang: partisipasi dalam kegiatan pemerintah atau masyarakat; kepuasan pribadi, dan hidup yang bermanfaa bagi masyarakat.

2. Sumber Daya Manusia

Faktor yang paling esensial dalam proses pendidikan adalah unsure manusia, yaitu manusia yang ditugasi untuk menghasilkan perubahan yang telah direncanakan pada anak didik, yaitu manusia yang memiliki kompetensi mengajar. beetapa pentingnya faktor manusia, maka tanggung jawab kepala sekolah dalam mencapai tujuan sekolah, membantu individu memperoleh kedudukan dan standar mempersatukan antara tujuan individu-individu denan tujuan sekolah.

Sebagai kunci keberhasilan penampilan kepemimpinan kepala sekolah ada langkah-langkah yang harus dilakukan oleh kepala sekolah terhadap sumber daya manusia, yaitu identifikasi (rekrut, menseleksi) pengangkatan/penugasan, diklat, orientasi dan sosialisasi, evaluasi, serta pembinaan dan pengembangan.

3. Kesiswaan

Siswa merupakan unsure utama yang harus dilayani, oelh sebab itu para siswa harus dilibatkan secara efektif dan tepat, tidak hanya dalam proses belajar mengajar, melainkan juga dalam kegiatan sekolah. Langkah paling tepat yang perlu dilakukan dalam penampilan kepala sekolah adalah:

a. Mengembangkan pengertian yang lebih besar dan memahami isi hati para siswa untuk melibatkan para siswa ke dalam berbagai keputusan.

b. Arahan yang paling tepat adalah Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), latihan kepemimpinan, kegiatan-kegiatan ektrakulikuler. Sedangkan materi yang dtanamkan kepada siswa yang lain adalah keimanan kepada Tuhan YME, kehidupan berbangsa dan bernegara, pendidikan budi pekerti, berorganisasi, kesegaran jasmani, dan kreasi seni.

c. Tanggung jawab kepala sekolah dalam hal ini mengadakan pengendalian kehadiran siswa, penerapan disiplin, kebebasan mengemukakan pendapat, menghormati proses hak-hak seluruh siswa secara tepat.

4. Anggaran Belanja dan Fasilitas

Siklus anggaran belanja sekolah yang mencakup perencanaan, persiapan, engelolaan dan evaluasi memerlukan perhatian yang cermat. Kecermatan kepala sekolah terhadap anggaran belanja, kewibawaan kepala sekolah terhadap keberhasilan sekolah. Anggaran belanja suatu sekolah pada hakikatnya merupakan refleksi sistematik yang berkaitan dengan program pendidikan. Sehingga dapat disimpulkan, bahwa penampilan kepemimpinan kepala sekolah yang efektif dalam bidang anggaran belanja akan meberikan dampak positif terhadap pengelolaan sekolah dan tercapainya tujuan sekolah, yaitu tujuan jangka pendek dan jangka panjang.

Tanggung jawab utama kepala sekolah yang berkaitan dengan fasilitas pendidikan mencakup dua masalah pokok, yaitu: perencanaan gedung-gedung sekolah (school plant planning) dan kegiatan dan pemeliharaan sekolah (school operation and maintenance). Dalam merencanakan maupun memperbaharui memerlukan keterlibatansecara tepat dari para guru, siswa dan masyarakat, sehingga fasilitas sekolah dirasakan bermanfaat, dapat dipahami dan fleksibel. sedangkan dlam pemeliharaan sebuah sekolah diharapkan menciptakan suati lingkungan kondusif untuk proses belajar mengajar, maupun menangkal berbagai bentuk kejahatan dan kerusuhan. Jadi, dampak penampilan kepemimpinan kepala sekolah yang diharapkan dari sarana dan fasilitas adalah terciptanya suatu suasana, situasi dan kondisi lingkungannsekolah yang tertib, bersih, aman, indah dan penuh kekeluargaan.

5. Hubungan Kerja Sama antara Sekolah dengan Masyarakat

Seorang kepala sekolah merupakan mat arantai penting di antara hubungan sekolah setempat dengan masyarakat yang lebih luas. Ada tiga hal yang perlu dilakukan kepala sekolah:

a. Bagaimana memperoleh dukungan perbaikan dari masyarakat.

b. Bagaimana memanfaatkan sumber-sumber daya diperoleh secara tepat.

c. Dukungan yang diperoleh dan diperlukan, meliputi personil, dana dan dukungan informasi, serta sikap politis pemerintah.

Dampak yang dihasilkan oleh hubungann yang akrab antara sekolah dengan masyarakat melalui efektifias penampilan kepemimpinan kepala sekolah adalah:

a. Meningkatkan partisipasi aktif dan warga wilayah dalam kegiatan pendidikan.

b. Meningkatkan komunikasi antara satu sekolah dengan satu masyarakat.

c. Sekolah dapat memperbaiki program-program pendidikan sekolah yang hasilnya betul-betul diperlukan masyarakat.

d. Kemungkinan meningkatnya dukungan dari masyarakat.

E. Permasalahan

Apabila terjadi kesenjangan antara apa yang seharusnya dicapai dengan keadaan yang senyatanya, terjadilah apa yang disebut permasalahan, persoalan atau kasus. Demikian pulan dalam penampilan kepemimpinan kepala sekolah dalam arti, prestasi, kontribusi yang dapat diberikan (disumbangkan) oelh keala sekolah dalam rangka pencapaian tujuan sekolah, tidak selalu berjalan seperti yang diharapkan, sehingga terjadilah permasalah.

Ada beberapa jenis dan sumber penyebab terjadinya permasalahan, seperti organisasi, pribadi kepala sekolah dan tingkat kematangan bawahan. Secara umum sebenarnya ada tahap-tahap dan langkah-langkah untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut, yaitu:

1. Menentukan tujuan organisasi

2. Mengidentifikasi dan melakukan analisis kekuatan penghambat dan kekuatan pendorong.

3. Menyusun strategi dan kegiatan-kegiatan yang terkoordinasi.

4. Kegiatan pelaksanaan.

F. Simpulan

Keberhasilan atau kegagalan suatu sekolah dalam mencapai tujuan sekolah sangat dipengaruhi oleh penampilan kepemimpinan kepala sekolah dalam bersikap. Yang mana sangat diperlukan kemampuan professional seperti kepribadian, keahlian dasar, pengalaman dan keterampilan professional, pelatihan dan pengetahuan professional, serta kompetensi administrasi dan pengawasan yang juga sangat dipengaruhi oleh kewibawaan, sifat-sifat dan keterampilan, perilaku, serta fleksibilitas pemimpin tersebut.

DAFTAR ISI

Siagian, Sondang P. Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja. (Jakarta:Rineka Cipta, 2002)

Wahjosumidjo. Kepemimpinan Kepala Sekolah Tinjauan Teoritik dan Permasalahnnya. (Jakarta:Rajawali Pers, 2008)

http://ikapunyaberita.wordpress.com

http://ilmiah-pendidikan.blogspot.com

http://neisha-diva.blogspot.com



[1] Neisha Diva, “Jangan Remehkan Penampilan saat Bekerja” dalam http://neisha-diva.blogspot.com/2008/06/jangan-remehkan-penampilan-saat-bekerja.html (13 januari 2009)

[2] Ika Maya Susanti, “Pentingnya Penampilan dalam Karir” dalam http://ikapunyaberita.wordpress.com/2007/09/09/pentingnya-penampilan-dalam-karir (13 Januari 2009)

[3] Sondang P.Siagian, Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja, (Jakarta:Rineka Cipta, 2002), 1-3

[4] Anonim, “Hubungan Kepemimpinan Kepala Sekolah Dan Sikap Guru Terhadap Pekerjaan Dengan Kompetensi Profesional Guru Matematika Smp Negeri Di Kabupaten (Pend-19)” dalam http://ilmiah-pendidikan.blogspot.com/2009/11/hubungan-kepemimpinan-kepala-sekolah.html (13 januari 2009)

[5] Wahjosumidjo, Kepemimpinan Kepala Sekolah Tinjauan Teoritik dan Permasalahnnya, (Jakarta:Rajawali Pers, 2008),432-433

[6] Ibid, 433-435

[7] Ibid, 438-440

[8] Ibid, 447-449

Persiapan, Perbaikan dan Pembaharuan

Alhamdulillah akhirnya saya bisa kembali menyapa Sobat sekalian setelah lama saya tidak update blog ini karena harus menyambangi bersilaturahmi dengan keluarga dan rekan-rekan saya di beberapa kota saat Ramadhan dan lebaran yang telah lewat ini. Rasa rindu akan bulan mulia dan kebersamaan dalam canda tawa dan keriangan bersama keluarga juga masih belum hilang dalam ingatan saya hingga saat ini. Apalagi saat bertemu bisanya mungkin dalam beberapa tahun sekali, walaupun tidak lengkap tapi yang penting bisa bertemu yang ada juga sudah kami syukuri.

Sekarang sudah kembali normal, alias sedah seperti sebelum KKN, sebelum Ramadhan dan sebelum lebaran. Blog buah pikiran ini sudah harus dibenahi dan diperbaiki lagi karena banyaknya error di sana sini yang bisa membuat marah search engine akan segera kuperbaiki semampuku saja. Karena sudah lama rasanya saya tidak bermain HTML dan javascript yang ada di blog ini semenjak berpindah ke template buatan Kang Rohman ini. Tapi memang sih akan butuh waktu yang lama karea saya juga hanya sedikit tahu tentang yang kaya ginian :D mudah-mudahan secepatnya bisa saya perbaiki dan melakukan aktivitas blogging sebagaimana biasanya.

Oke sekarang menenangkan pikiran dan konsentrasi lagi untuk mensetting keadaan jiwa kembali ke keadaan semula setelah lama kaca balau karena berbenturan dengan banyak aktifitas yang tak biasa.

Oke Sobat selamat melanjutkan aktivitas ngeBlognya ya?

keep posting :D

Cakupan dan Kegunaan Humas Internal

Pada dasarnya humas internal (internal Public Relations) itu mempunyai andil yang sama pentingnya dengan humas eksternal. Sebagai suatu gambaran, jika yang menjadi ukurannya itu adalah uang mak humas internal mampu memberi kontribusi profitabilitas perusahaan yang sama besarnya dengan yang diberikan oleh humas eksternal.

Humas internal atau dalam istilah perhumasan sering disebut dengan istilah komunikasi pegawai telah berkembang begitu pesat sehingga pada saat ini wahananya tidak hanya sebatas pada jurnal internal saja, melainkan sebagai kegiatan sampingan untuk pertanda bahwa pihak manajemen senantiasa memberi perhatian kepada segenap jajaran perusahaan atau organisasi.

Pemikiran bahwa wujud komunikasi dalam jurnal internal selalu dikatakan seagai komunikasi ke bawah, artinya hanya berisi pesan dan instruksi dari atasan kepada bawahan saja itu ternyata sudah ketinggalan. Jurnal internal kini makin bersifat independent, dimana setiap para pembaca diundang untuk menyampaikan pendapatnya secara jujur meskipun berupa kecaman terhadap organisasi atau perusahaan itu sendiri. Hal ini disebabkan dengan adanya ketentuan hukum yang mengharuskan pihak manajemen untuk lebih bersifat terbuka dan informatif kepada semua pegawainya. Ketentuan tersebut diberlakukan salah satunya disebabkan oleh adanya kenyataan bahwa sebagian besar terjadinya kasus pemogokan dan unjuk rasa para pegawai bersumber dari desus-desus yang berkembang sebagi akibat dari ketertutupan pihak manajemen.

Dewasa ini jurnal internal memang tidak bisa dikatakan sebagai satu-satunya media komunikasi. Melainkan masih banyak lagi media komunikasi yang lebih bersifat langsung dan personal salah satunya adalah komunikasi tatap muka yangmana media komunikasi ini telah dikenal sejak dahulu[1].

A. Komplektisitas Humas Internal

Sebuah pemikiran yang menyebutkan bahwa humas internal atau pegawai hanya mencakup upaya menjelaskan kebijakan perusahaan atau membuka forum penampungan keluhan saja merupakan pemikiran yang teramat sederhana, sebab jika kita melihat lebih jauh bahwa tugas-tugas dan tujuan komunikasi itu lebih banyak dan bervariasi dari yang kita pikirkan.

B. Humas Internal untuk Memelihara Keterbukaan

Semua pegawai berhak untuk mengetahui apakah perusahaannya masih layak dan bernilai untuk dijadikan sandaran hidup sekaligus sangkutan masa depannya, baik yang berupa jumlah penghasilan maupun karir jabatannya. Sehingga dengan demikian kepuasan kerja itu erat kaitannya dengan pengetahuan dan pemahamanyang berupa tujuan inti dari dunia kehumasan.

C. Pemaparan Laporan dan Pembukuan Tahunan

Sekarang ini, setiap manajemen diharapkan bersedia untuk mengungkapkan hasil-hasil financial yang telah dicapai oleh perusahaan kepada para karyawannya. Melalui pengungkapan fakta hasil-hasil financial tersebut maka harapan-harapan yang berlebihan dari para karyawan akan dapat terhindari. Seandainya mereka memahami kondisi-kondisi yang sebenarnya, maka mereka tidak akan mudah terpancing oleh desas-desus dan tidak akan mudah ikut-ikutan melakukan pemogokan atau unjuk rasa.

D. Perombakan Personalia Setelah Akuisisi

Kesahpahaman dan kecemburuan mudah sekali muncul diantara para staf atau pegawai perusahaan yang diakuisisi ( dibeli atau diambil alih ) dengan pegawai perusahaan yang mengakuisisinya. Ketegangan tersebut jika dibiarkan berlarut-larut maka akan menjadi sumber penyakit yang memunculkan berbagai masalah berat. Hanya dengan usaha pembinaan komunikasilah yang baik antara dua belah pihak maka segala macam resiko dan ancaman seberat apapun dapat dihindari. Adapun upaya pembinaan komunikasi tersebut dapat diaplikasikan dengan menerapkan teknik-teknik kehumasan.

E. Penjelasan Tentang Teknologi Baru

Penegnalan suatu teknik, teknologi atau proses produksi yang baru haruslah disertai dengan penjelasan yang tuntas dan jujuragar tidak sampai meresahkan para karyawan ataupun pegawai. Kalupun rasionalisasi terpaksa untuk dilakukan, maka pihak manajemen harus berusaha memberikan pengertian mengenai kesulitan yang tengah dihadapi oleh perusahaan. Tindakan ini memang tidaka dapat dikatakan menyenangkan mereka yang terancam PHK, akan tetapi dengan penjelasan yang tuntas mereka pasti akan lebih mengerti dan lebih bias menerima keputusan pahit tersebut. Pembinaan komunikasi pegawai jelas tidak kalah pentingnya dari angka-angka penjualan atau laba tahunan.

F. Peningkatan Keselamatan Kerja

Sebagian kecelakaan kerja dibeberapa sector tidak mesti terjadi jika para pegawai tidak disodori sederetan instruksi,namun juga harus ada usaha untuk memahamkan mereka akan keselamatan kerja. Pendidikan semacam ini haruslah dijadikan sebagai program teta yang berkesinambungan mengingat disetiap perusahaan /institusi selalu ada muka-muka baru. Lagipula, sumber bahaya juga cendrung bertambah, sehingga jika tidak diwaspadai maka akan mengakibatkan kecelakaan yang fatal. Sebagai sebuah pengetahuan bagi kita bahwa ada beberapa perusahaan yang secara berkala mengummkan catatan musibah atau kecelakaan yang sudah terjadi, hal itu dilakukan sebagai usaha untuk meningkatkan kewaspadaan para pegawai[2].

G. Berita-berita Personalia

Dalam organisasi-organisasi yang anggota atau para pegawainya tersebar diberbagi lokasi yang berpencar atu yang selau bergerakseperti maskapai penerbangan dan pelayaran, maka jurnal internal atau media organisasi yang lainnya selalu dinanti-nanti. Belum lagi para pensiunan pegawai terkadang mereka masih membutuhkan berita-berita tentang perkembangan perusahaan serta mantan rekan-rekannya.

H. Paparan Struktur Manajemen

Bagan-bagan yang memeperlihatkan masing-masing jabatan yang ada dalam suatu perusahaan atau organisasi, lengkap dengan wewenang dan tanggung jawab yang diembannya, ternyata sangat bermanfaat untuk lebh mengakrabkan segenap pegawai dengan berbagai macam identitas dan peranan-peranan manajemen dalamsemua tingkatan.

I. Sosialisasi Penerbitan Saham

Jika kita melihat perusahaan yang bergerak di bidang saham, banyak diantaranya yang menwarkan sahamnya untuk para pegawainya atau mendorong mereka untuk turut aktif dalam emisi ( penerbitan saham ). Seandainya seorang pegawai memiliki saham maka ia pasti akan paham tentang aneka kegiatan yang biasa berlangsung di bursa, serta mempelajari bagaimana dan mengapa naik turunnya harga kertas saham dapat dijadikan sebagai tolok ukur bagi maju mundurnya emiten ( perusahaan yang menerbitkan saham ).

J. Kesejahteraan Pegawai

Pension, tunjangan hari raya, insentif,bonus tahunan, komisi penjualan, hadiah bagi mereka yang berprestasi dalam pekerjaan ataupun dalam pendidikan dan sebaginya hendaknya dikomunikasikan dengan baik kepada para pegawai agar mereka menmahami, menghargai dan mendukung niat baik yang trkandung dalam penyadiaan fasilitas dan tunjangan kesejahteraan tersebut.

K. Humas Internasional

Sebuah perusahaan eksportir biasanya memiliki kantor cabang, anak persahaan, perusahaan patungan, dan lisensi di berbagai Negara. Pembukaan cabang disuatu negara atau pemindahan lokasi usaha negara lain, misalnya membuka kesempatan kerja di lokasi yang baru tersebut dan dengan sendirinya mempengaruhi mempengaruhi kerja di tempat asal. Tindakan alokasi dan realokasi fasilitas produksi tersebut menyangkut kepentingan para pegawai, sehingga pihak manajemen dituntut utnuk bersikap terbuka mengenai hal ini.

L. Penyambung Lidah Karyawan

Upaya khumasan harus mendapatkan informasi yang sama banyak dan baiknya, serta sama-sama diberi kesempatan untuk menyuarakan pendapatnya kepada para pimpinan dan dalam rangka berhubungan dengan hak luar atau khalayak perusahannya. Dengan demikian, setiap pegawai memiliki kemungkinan untuk bertindak sebagai wakil atau juru bicara bagi rekan-rekan dan organisasinya terutama mereka yang selau menjalin kontak dengan konsumen, mitra kerja, dan pihak-pihak luar lainnya.

M. Sosialisai Peraturan Perundang-undangan

Setiap kali ada peraturan, undang-undang atau kebijakan pemerintah yang mempengaruhi nasib organisasi atau perusahaan atau lembaga pendidikan, maka pihak manajemen berkewajiban untuk untuk menjelaskan sebagai implikasinya kepada seenap pegawai, karena nasib mereka pun turut terpengaruh.

N. Pengumpulan Umpan balik

Pengumpulan umpan balik untuk meciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama, sehingga setiap orang merasa dirinya dibutuhkan dan dihargai. Upayanya tidak hanya berupa pendekatan ke serikat buruh, tetapi juga ke segenap aspek perusahaan. Model iklan, gaya bangunan, nama perusahaan, kemasan produk, metode distribusi, dan berbagai hal lainnya yang ditemui oleh semua pegawai setiap harinya harus bisa dimanfaatkan untuk menumbuhkan sikap dan perasaan positif tersebut.

Pada umumnya, komunikasi pegawai yang baik akan mampu meningkatkan produktifitas. Hal itu bias tercipta bukan hanya karena seluruh pegawai bekerja lebih keras, akan tetapi yang lebih penting dari itu, karena mereka bekerja lebih sungguh-sungguh, lebih ikhlas, lebih semangat, lebih terampil , dan lebih efisien.

Media Humas Internal

Variasi perangkat Bantu komunikasi sangatlah besar. Namun pada umumnya, setiap organisasi hanya menggunakan sebagian kecil dari sekian banyak metode yang ada. Tentu saja yang dipilih adalah yang paling sesuai. Pemilihan metode komunikasi sangat dipengaruhi oleh karakteristik organisasi, jumlah dan strata personel, serta lokasi kerja. Jelas bahwa karakteristik sebuah pasar swalayan sangat kompak atau terpasu apabila dibandingkan dengan sebuah maskapaipalayaran atau perusahaan multinasional. Berikut ini akan diuraikan secara rinci jangkauan media dan metode komunikasi yang lazim dipergunakan oleh organisasi.

A. Media tulis

1. Jurnal Internal

Publikasi atau terbitan yang didistribusikan kepada para anggota ataupun khalayak pendukung dari suatu organisasi seperti institute-institut professional, niversitas, komunitas profesi tertentu, serikat buruh dan yayasan amal, lazim disebut sebagai jurnal internal semi eksternal. Meskipun mereka bukan orang dalam, mereka lebih dekat kepada organisasi daripada para pemakai jasa (konsumen), pedagang, pemegang saham atau para pecipta pendapat umum yang sepenuhnya merupakan pihak-pihak eksternal.

Disini, istilah jurnal diartikan secara luas yakni sebagai bahan cetakan yang diterbitkan secara teratur. Adapun bentuk-bentuknya yang konkret cukup bervariasi, antara lain Koran, majalah, newsletter dan majalah dinding[3]. Selama beberapa tahun terakhir ini telah bermunculan beberapa bentuk jurnal internal yang baru yang tentunya memberi sejumlah dimensi baru atas hubungan antara pihak manajemen dan para karyawan perusahaan pada umumnya. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut ini: (a) Jurnal audio: Berita dapat direkam pada sebuah pita kaset yang bisa diputar ulang kapan saja oleh semua orang, baik itu dikantor, di tengah perjalanan, maupun di rumah. (b) Jurnal video: suatu peristiwa atau kejadian juga dapat direkam melalui kamera video. Adapun keunggulannya adalah lebih jelas alam menggambarkan situasi sehingga apa yang hendak ditampilkan lebih mudah untuk dipahami. (c) Video perusahaan: ini merupakan perkembangan lebih jauh dari jurnal video yang berupa jaringan komunikasi televisi di perusahaan yang ditranmisikan melalui satelit ke berbagai cabangdan unti perusahaan. (d) Koran elektronik: suatu aringan kominikasi melalui computer, dimana computer induk disambungkan dengan sujumlah komputer pribadi.

2. Papan pengumuman

Papan pengumuman standar dapat ditempatkan di beerapa lokasi yang ramai. Agar segenap pegawai dapat memperoleh informasi yang sama dalam waktu yang bersamaan. Wujudnya bisa berupa poster yang bisa setiap saat diganti sampai dengan papan permanent.

3. Literatur pengenalan/informasi

Adalah berbagai macam naskah, materi atau buklet yang berisikan riwayat singkat perusahaan, berbagai kegiatan pokoknya, cara kerjanya, fungsi-fungsi yang dijalankan perusahaan lengkap dengan bagan-bagannya, struktur manajemen dan aneka hal yang penting lainnya yang harus diketahui oleh para pegawai baru.

4. Brosur

Adalah selebaran yang berisi keterangan singkat namun lengkap tentang profile suatu organisasi atau bahan informasi tertulis.

B. Media lisan

1. Insentif bicara (nomor aduan)

Adalah metode untuk memperoleh umpan balik dari para pegawai perusahaan dengan membuka nomor telepon khusus sehingga setiap pegawai dapat menghubungi pimpinan perusahaan atau lembaga pendidikan secara langsung tanpa harus menempuh lika liku birokrasi perkantoran.

2. Siaran umum

Suatu media untuk menyampaikan pesan-pesan pihak manajemen kepada segenap pegawainya dengan menggunakan sejumlah pengeras suara dan instalasi-instalasi sentral yang dilakukan secara fleksibel.

3. Obrolan langsung

Salah satu cara yang paling efektif untuk memperlihatkan sikap terbuka pihak manajemen dengan melakukan pembicaraan tatap muka secara pribadi dan langsung. Kelebihan media ini adalah pegawai atau bawahan dapat mengajkan komentar, pertanyaan dan menyatakan pendapatatau isi hatinya secara langsung.

4. Presentasi video / slide

Perangkat audio visual dapat digunakan untuk berbagai tujuan mulai dari mendidik para pegawai baru, menjelaskan standar keamanan kerja, menguraikan kemajuan yang telah dicapai perusahaan, memaparkan laporan dan pembukuan tahunan, mengadakan rekrutmen, mendemonstrasikan kegunaan produk-produk baru dan lain-lain.

C. Media elektronik

1. Kaset video dan CCTV (close circuit television)

Media modern ini menghadirkan komunikasi tatap muka secara artificial (seolah-olah yang ditonton dapat saling terkomunikasi secara langsung) yang berpotensi besar untuk menumbuhkan pemahaman yang lebih baik antara pihak manajemen terhadap pegawai.

2. Stasiun radio sendiri

Media untuk menghubungkan antara atasan dan bawahan dengan memasang sejumlah pengeras suara diatas tiap mesin yang mampu menyiarkan program-program radio yang dibuat sendiri oleh tiap perusahaan. Dimana programnya diusahakan semenarik mungkin, yang isinya berupa berita-berita internal perusahaan, laporan dan kometar terhadap suatu perstiwa olah raga, permintaan lagu, dan penyampaian pesan-pesan pribadi dari seorang pegawai kepada rekannya. Media ini menjadikan suasana kerja menjadi lebih nyama dan menyenangkan meskipun pabrik tetap bising.

3. Jaringan telepon internal

Adalah media untuk menyampaikan gagasan pegawai mengenai berbagai hal melalui telepon.

D. Forum atau kegiatan

1. Inspeksi pimpinan

Adalah salah satu cara yang digunakan untuk menggalang kedekatan dan hubungan baik antara pimpinan dengan para pegawainya yang tidak berada di kantor pusat melalui kunjungan-kunjungan para pimpinan perusahaan tersebut ke masing-masing cabang perusahaan.

2. Konfrensi staf dan rapat dinas

Media untuk menggalang kebersamaan dan keakraban sekaligus menciptakan hubungan baik antara pihak manajemen dengan para pegawai melalui pertemuan-pertemuan dinas yang melibatkan para staf dan pegawai yang diselenggarakan baik di markas besar maupun di kantor-kantor cabang dan juga konferensi tingkat nasional.

3. Dewan pekerja

Salah satu metode dalam membina hubungan baik antara pimpinan dan bawahan melalui pembentukan dewan pekerja (dilengkapi dengan sejumlah komite spesifik) yang memiliki akses pengaruh ke pihak manajemen.

4. Tur staf

Suatu metode untuk mengupayakan para staf tidak terisolasi dalam unit-unitnya sendiri melalui program kunjungan timbal balik diantara staf. Sehingga para pegawai dari setiap bagian diberi kesempatan untuk menengok rekan-rekannya di unit yang lain.

5. Acara kekeluargaan

Suatu metode untuk merekatkan hubungan baik antara pihak manajemen dengan pegawainya melalui berbagai kegiatan dan acara tak resmi seperti pesta perusahaan, makan malam, piknik, dll yang menyertakan anggota keluarga dan lingkungan terdekat.

6. Pameran dan peragaan

Metode ini dimanfaatkan untuk mendemostrasikan dalam menjelaskan sejarah atau suatu kebijakan perusahaan, bidang-bidang yang digeluti dan tata cara pelaksanaannya.

7. Klub social

Terkhusus pada organisasi atau perusahaan yang telah mapan biasanya terdapat klub social atau olah raga yang dilengkapi dengan fasilitas. Media ini berguna untuk mempererat hubungan antara pihak manajemen dengan para pegawai.

DAFTAR PUSTAKA

Anggoro, Linggar. 2008. Teori & Profesi Kehumasan Serta Aplikasinya di Indonesia Jakarta: Bumi aksara

Jefkins, Frank. 2004. Public Relations. Jakarta: Erlangga



[1] Linggar Anggoro, Teori dan Profesi Kehumasan serta Aplikasinya di Indonesia (Jakarta:Bumi Aksara,2008), 224-226

[2] Ibid, 227

[3] Frank Jefkins, Public Relations (Jakarta: Erlangga, 2004), 147

26 September 2009

Untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa - Eksperimenku Gagal -

Sebuah posting percobaan untuk membantu Mengembalikan Jati Diri Bangsa ternyata gagal terindeks cepat oleh google tidak seperti postingan paid review yang saya terbitkan sebelum postingan percobaan tersebut. Saya melakukan precobaan kecil-kecilan untuk melempar sebuah artikel atau posting kebeberapa waktu sebelum hari penulisan posting tersebut yang biasa saya namakan postingan dalam dan biasanya postingan ini saya gunakan untuk paid review agar tidak tampil dihalaman muka blog ini.

Kalau biasanya cara ini berhasil untuk paid review, ternyata memang beda! artinya saya memang menyembunyaikan paid review dari mata tajam google dan BERHASIL! Google terkecoh :D karena seakan2 saya tidak membuat postingan paid review karena "tersembunyi" dari halaman muka blog ini. Tidak seperti blogger lain yang menulis paid review di halaman muka dan menutupnya dengna postingan lain saya menggunakan postingan dalam dan ternyata cara ini SAH blogsvertise tidak mempermasalahkan itu, yang penting job dikerjakan dan tentunya $xx saya dapatkan. Nah ini dia masalahnya postingan paid review tujuannya utuk menyembunyikan, sedangkan postingan percobaan tersebut untuk mendukung Kontes SEO Mengembalikan Jati Diri Bangsa pakai cara ini ya jelas lama terindeks karena memang tujuan penulisan cara ini untuk menyembunyikan paid review dari pengamatan google. he he he ngerti kan? artinya postingan tersebut tidak diperhatikan google. Okeu itu aja evaluasi dari saya. semoga bermanfaat. dan ini adalah postingan percobaan tersebut.

Kontes SEO Mengembalikan Jati Diri Bangsa masih berlangsung dan tinggal sekitar sebulan lagi berakhir saya sendiri baru sebulan ikut kontes Mengembalikan Jati Diri Bangsa ini di kancah google.co.id. Tapi saat bertemu dengan hosting gratis plus sub domain gratis, saya malah nyangkut disini dan ga' fokus ikut kontes ini lagi. he he he dan parahnya lagi blog-blog yang belum terindeks google ini malah saya jadikan blog dummy, heeeeeee blo-on dikit. Sudah tahu ga' keindeks tapi dipakai juga, habis bingung juga sih mau diisi apa sebagai pembukaan, jadi yaaa isi tenang kontes MJDB ini aja he he he maksa! dikit

Karena saya juga sibuk mencari judul untuk proposal skripsiku, maka terbetik dalam benak saya untuk mengundurkan diri dan akhirnya tidak optimasi lagi. Setelah saya mau ngundurkan diri secara perlahan-lahan tapi ternyata kok semakin banyak aja dukungan untuk saya, jadi engga' enak deh, seperti Sobat Ady yang turun di kontes Mengembalikan Jati Diri Bangsa ini juga dan Sobat Okta yang mendukung saya lewat posting Mengembalikan Jati Diri Bangsa juga beberapa teman2 yang memasang link saya di blog nereka khususnya blogger bogspot. jadi semangat saya balik lagi dan saya tidak akan menyia-nyiakan dukungan mereka. Bismillah saya mulai lagi otimasi.

Apa sih Asyiknya Belajar SEO? yaaa banyaklah, he he he bahkan sampai addicted atau apalah tulisannya saya lupa tapi maksudnya KETAGIHAN! waw serius nih? ya apalagi klo menang, he he he he ini asyiknya Bagi Sobat yang belum berani nyoba bermainmain dengna kontes SEO ayo ikutaaaaaaaaaan kalau tidak sekarang kapan lagi? SEO bukan monster hanya saja Soba belum mengenalinya lebih dalam, coba Anda kenal dengan orang tua Sobat? ya pastilah he he he sekarang pertanyaan saya kenapa Sobat kenal orang tua sobat? pasti karena tiap hari ketemu kan? minimal waktu kecil dahulu dan itu membuat Sobat yang haqqul yakin klo itu adalah ortu Sobat. sekarang tentang SEO, seberapa kenal sobat kenal dengan SEO? SEO bukan untuk kontes doang kan? tapi untuk kesuksesan blog! dari mana orang tahu postingan atau artikel sobat klo bukan dari SE search engine? dari blogwalking? sampai kapan? bukankah pengunjung alami adalah tujuan sobat? gimana Apa sih Asyiknya Belajar SEO? pasti dah terbayang kan kenapa saya sampai sedikit ketagihan SEO?

OKE Semangat Mengembalikan Jati Diri Bangsa Lagi tunggu blog saya dihalaman satu google, maunya sih he he he :D apa saya bisa ya? HARUS BISA!


NOTE: ini juga postingan percobaan yang saya terbitkan ke belakang dengan tujuan tanggal 26 September 2009 karena saya merubah tanggalnya, tidak seprti postingan dalam yang lain yang sudah sengaja saya buat draftnya dulu.

24 September 2009

Kontes Mengembalikan Jati Diri Bangsa Sebulan Lagi

Kontes SEO Mengembalikan Jati Diri Bangsa telah melalui 4 bulan, itu berarti kontes ini telah berlangsung lebih dari setengah perjalanan dan memasuki sebulan akhir. Tentu ini berarti semakin serunya persaingan memperebutkan halaman satu google.co.id khususnya posisi 1. Memang cukup berat bagi pemula seperti saya jika harus terjun ke kontes bertaraf atas seperti ini, bukannya berkecil hati tapi ya tau diri dikit lah he he he

Sejak awal memutuskan ikut Mengembalikan Jati Diri Bangsa SEO Contest memang tidak terlepas dari niat saya menguji kemampuan SEO saya beserta blog buah pikiran ini yang masih misterius bagi saya. misterius? ya misterius! sebagai adminnya setahun setengah ini saya masih belum menguasai sepenuhnya bagaimana sih blogspot itu? padahal belum mengenal lebih jauh blog Wordpress beserta hosting dan domain sendiri, huuuuuuuu tambah kompleks aja, punyeng kepala he he he apalagi melihat blogspot di kontes Mengembalikan Jati Diri Bangsa ini ikut mengisi halaman satu google. hmmmmm tambah semengat aja saya, itu berarti blogspot tidak boleh dipandang sebelah mata soal SEO-nya :D

Oke kembali ke Kontes SEO Mengembalikan Jati Diri Bangsa yang tinggal sebulan lagi ini. Hari ini 12 November 2009 (walau postingan ini saya target 24 sep 09) situs panitia lomba ini, beritajitu.com lagi error. ini screenshotnya:
Mengembalikan Jati Diri Bangsa
Tentu ini sedikit mengusik ketengangan peserta ditengah isu-isu yang mengatakan kalau kontes Mengembalikan Jati Diri Bangsa ini scam walaupun saya pribadi mengatakan klo lomba ini tidak/bukan scam, tapi kalau error ini sampai akhir kontes? Nah ini dia yang peserta khawatirkan karena pengumuman pemenang akan disiarkan dari sana. Saya berharap error ini segera diperbaiki karena ini menyangkut kepercayaan publik apalagi di dunia maya ini.

Walaupun Kontes Mengembalikan Jati Diri Bangsa ini tinggal sebulan, saya masih optimis bisa memasuki halman satu google dengan domain yang katanya tidak SEO friendly ini he he he bukan nekat tapi hanya ingin mencoba aja kok, apa salahnya? apalagi ini kontes SEO, wah pasti keyword "Mengembalikan Jati Diri Bangsa" yang menjadi sasaran empuk tembakan ini akan memberikan pengalaman baru dalam belajar bertarung SEO bagi pemula seperti saya. Semoga semuanya sukses di MJDB SEO Contest ini lho kok semua? ya iyalah yang penting pengalamannya dari pengalaman itulah seorang disebut pemenang sejati karena hakikat dari sebuah pengalamannya telah didapatkannya. he he he sok bijaksana ya?

Sekarang lanjut mikirin cara baru tuk dongkrak posisi dulu aaah soalnya lagi malas pakai cara lama, melelahkan. tapi ga' apa2 sebulan masih ada waktu yang cukup untuk terus ber eksperimen setelah eksperimen awal gagal dikit dengan terlebih dulu ada kasalahan di awal he he he semangat Mengembalikan Jati Diri Bangsa itu subtansinya bukan lomba tapi sebuah anjuran (bersifat wajib) bagi kita.

18 September 2009

Kegagalan Atau Keberhasilan Di Ramadhan 1430 H?

Detiki-detik berlalunya Ramadhan tahun ini bisa kita ikuti kalau Allah memang masih memanjangkan umur kita hingga lebaran. Tidak terasa Ramadhan yang baru terasa kemarin berbuka untuk hari puasa yang pertama, sekarang sudah berbuka untuk puasa yang 27 kemarin, CEPAT sekali berlalu, itu yang terasa. Dan... sangat tidak terasa sekali amalan di Ramadhan kali ini sangat sedikit sekali yang bisa kita maksimalkan. Terasa sangat sedikit . Kepergian ramadhan kali ini juga membuat hati ini berdebar-debar, bukan suka cita menyambut Idul Fitri 1430 H, tapi hal lain yang sangat menentukan.

Tahu kan kalau ada banyak golongan orang-orang setelah Ramadhan? ada yang berhasil dengan memperoleh gelar TAQWA dan ada yang memperoleh kerugian. Saya heran melihat banyak orang yang suka cita menyambut lebaran dan sibuk untuk memenuhi berbagai keperluan lebaran dengan meninggalkan ramadhan yang belum berakhir ini. TERLENA. Makanya jangan heran kalau ada suatu negara yang tidak merayakan Idul Fitri semeriah dan seramai Indonesia. Mereka justru mengevaluasinya dangan deraian tangis air mata, bukan tawa canda sumringah yang terpancar dari wajahnya.
Bukan karena sanak keluarganya yang meninggal di hari Ramadhan, tapi karena mereka takut dan khawatir kalau ramadhan mereka GAGAL. Bulan yang mulia ini bagi sebagian orang memang mengasyikkan, karena liburan. Ada juga yang bahagia karena amal ibadahnya dilipatgandakan oleh Allah SWT. Ada yang biasa-biasa aja. Kita termasuk golongan yang mana?

Saya pernah bilang kalau ramadhan ini banyak blog yang tidak update, saya tahu banyak penyebabnya, ada yang memang MALAS, kebanyakan tidur, LEMAS, tidak ada ide, dsb. ada juga yang memang memaksimalkan ramadhan tahun ini dengan tidak online. subhanallah Memilih yang terbaik untuk masa depannya, dunia akhirat.

Saya sangat berharap semoga ramadhan kali ini kita lulus dengan predikat TAQWA sebagaimana yang dijanjikan Allah kepada hamba-hambanya, dan semoga Allah SWT tidak memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang celaka.



Ya Allah, janganlah Engkau jadikan puasa ini sebagai puasa yang terakhir dalam hidupku. Seandainya Engkau berketetapan sebaliknya, maka jadikanlah puasaku ini sebagai puasa yang dirakhmati bukan yang hampa semata

Ya Allah, dalam kitab yang Kau wahyukan (kepada Nabi Muhammad SAW), Engkau berfirman: “Bulan Ramadhan adalah bulan yang diturunkannya Al Qur’an di dalamnya”. Tetapi sebentar lagi berlalu. Aku mohonkan padaMu dengan perantaraan WajahMu yang mulia, dengan perantaraan kalimat-kalimatMu yang sempurna, seandainya masih tersisa padaku dosa yang belum Kau ampuni, atau dosa yang (menyebabkan) aku disiksa karenanya (hingga) terbitnya fajar malam ini, atau hingga berlalunya bulan ini, maka ampunilah semuanya, wahai Dzat Yang Paling Pengasih dari semua yang mengasihi.
Amiiin Ya Robbal 'Aalamiiin



SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H
MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN


TAQABBALALLAHU MINNA WA MINKUM
MINAL 'AIDIN WAL FAIDIN


MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN


16 September 2009

Manajemen Menurut Islam beserta pengertian dan Tingkatan Manajemen Dan Manajer

A. Pendahuluan
Ilmu manajemen sebetulnya sama usianya dengan kehidupan manusia, mengapa demikian karena pada dasarnya manusia dalam kehidupan sehari-harinya tidak bisa terlepas dari prinsip-prinsip manajemen, baik langsung maupun tidak langsung. Baik disadarai ataupun tidak disadari. Ilmu manajemen ilmiah timbul pada sekitar awal abad ke 20 di benua Eropa barat dan Amerika. Dimana di negara-negara tersebut sedang dilanda revolusi yang dikenal dengan nama revolusi industri. Yaitu perubahan-berubahan dalam pengelolaan produksi yang efektif dan efisien. Hal ini dikarenakan masyarakat sudah semakin maju dan kebutuhan manusia sudah semakin banyak dan beragam jenisnya.

Sekarang timbul suatu pertanyaan, “siapa sajakah yang sebenarnya memakai manajemen” apakah hanya digunakan di perusahaan saja atau apakah di pemerintahan saja. Manajemen diperlukan dalam segala bidang. Bentuk dan organisasi serta tipe kegiatan. Dimana orang-orang saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.

Tak dapat disangkal lagi bahwa manajemen adalah hal penting yang menyentuh, mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Manajemen menunjukan cara-cara yang lebih efektif dan efisien dalam pelaksanaan suatu kegiatan. Manajemen adalah Seni dan Ilmu tentang perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan. Manajemen merupakan suatu kebutuhan yang tidak terelakkan sebagai alat untuk memudahkan pencapaian tujuan manusia dalam organisasi.

B. Pengertian Manajemen

Manajemen adalah Proses Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan dan Pengawasan. Pengertian manajemen juga dapat dilihat dari tiga pengertian yaitu:

1. Manajemen sebagai suatu proses

2. Manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia

3. Manajemen sebagai ilmu ( science ) dan sebagai seni

Manajemen sebagai suatu proses. Pengertian manajemen sebagai suatu proses dapat dilihat dari pengertian menurut :

1. Encylopedia of the social science, yaitu suatu proses dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu dilaksanakan dan diawasi.

2. Haiman, manajemen yaitu fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui kegiatan orang lain, mengawasi usaha-usaha yang dilakukan individu untuk mencapai tujuan

3. Georgy R. Terry, yaitu cara pencapaian tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu dengan melalui kegiatan orang lain.

Manajemen sebagai kolektivitas yaitu merupakan suatu kumpulan dari orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama. Kolektivitas atau kumpulan orang-orang inilah yang disebut dengan manajemen, sedang orang yang bertanggung jawab terhadap terlaksananya suatu tujuan atau berjalannya aktivitas manajemen disebut Manajer.

Manajemen sebagai suatu ilmu dan seni. Mengapa disebut demikian? sebab antara keduanya tidak bisa dipisahkan. Manajemen sebagai suatu ilmu pengetahuan, karena telah dipelajari sejak lama, dan telah diorganisasikan menjadi suatu teori. Hal ini dikarenakan didalamnya menjelaskan tentang gejala-gejala manajemen, gejala-gejala ini lalu diteliti dengan menggunakan metode ilmiah yang dirumuskan dalam bentuk prinsip-prinsip yang diwujudkan dalam bentuk suatu teori.

Sedang manajemen sebagai suatu seni, disini memandang bahwa di dalam mencapai suatu tujuan diperlukan kerja sama dengan orang lain, nah bagaimana cara memerintahkan pada orang lain agar mau bekerja sama. Pada hakekatnya kegiatan manusia pada umumnya adalah mengatur (managing) untuk mengatur disini diperlukan suatu seni, bagaimana orang lain memerlukan pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama.

Dari devinisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen yaitu koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.[1]

C. Tingkatan Manajemen Dan Manajer

Manajemen digunakan dalam segala bentuk kegiatan baik kegiatan profesi maupun non profesi, baik organisasi pemerintah maupun swasta, maka manajer dapat diklasifikasi dalam dua cara yaitu tingkatan dalam organisasi dan lingkup kegiatan yang dilaksanakan. Bila dilihat dari tingkatan dalam organisasi, manajemen dibagi menjadi tiga golongan yang berbeda yaitu :

1. Manajemen Lini : atau manajemen tingkat pertama yaitu tingkatan yang paling rendah dalam suatu organisasi, dimana seorang yang bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain, misalnya mandor atau pengawas produksi dalam suatu pabrik pengawas teknik suatu bagian riset dan lain sebagainya.

2. Manajemen menengah ( Midle Manager ) yaitu mencakup lebih dari satu tingkatan didalam organisasi.

3. Manajemen Puncak ( Top Manajer ) terdiri atas kelompok yang relatif kecil, yang bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi. Manajer fungsional bertanggung jawab pada satu kegiatan organisasi, seperti produksi pemasaran, keuangan dan lain sebagainya, manajer umum membawahi unit yang lebih rumit misalnya sebuah perusahaan cabang atau bagian operasional yang independen yang bertanggung jawab atas semua kegiatan unit.

D. Manajemen Menurut Islam

Manajemen modern yang berasal dari Barat cenderung mengasingkan manusia dari manusia di sekitarnya. Manajemen modern juga menganggap tenaga kerja merupakan faktor produksi belaka sehingga menciptakan manusia-manusia yang semakin hari semakin terasing dari kodratnya sebagai manusia sosial. Manajemen modern menghasilkan manusia-manusia yang bekerja sampai larut malam tanpa ada lagi kesempatan untuk berkumpul dengan keluarga atau melaksanakan kehidupan sosial dengan masyarakat di sekitarnya.

Melihat perkembangan tersebut, para pakar manajemen mencoba menggali dan mencari referensi-referensi konsep dan ide manajemen berdasarkan nilai-nilai yang terkandung dalam sumber-sumber Islam. Menurut Ketua Dewan Penasihat Majelis Ulama Indonesia, Prof KH Ali Yafie, dalam Islam manajemen dipandang sebagai perwujudan amal sholeh yang harus bertitik tolak dari niat baik. Niat baik tersebut akan memunculkan motivasi aktivitas untuk mencapai hasil yang bagus demi kesejahteraan bersama.

Ada empat landasan untuk mengembangkan manajemen menurut pandangan Islam, yaitu: kebenaran, kejujuran, keterbukaan, dan keahlian. Seorang manajer harus memiliki empat sifat utama itu agar manajemen yang dijalankannya mendapatkan hasil yang maksimal. Yang paling penting dalam manajemen berdasarkan pandangan Islam adalah harus ada jiwa kepemimpinan. Kepemimpinan menurut Islam merupakan faktor utama dalam konsep manajemen.

Manajemen menurut pandangan Islam merupakan manajemen yang adil. Batasan adil adalah pimpinan tidak ''menganiaya'' bawahan dan bawahan tidak merugikan pimpinan maupun perusahaan yang ditempati. Bentuk penganiayaan yang dimaksudkan adalah mengurangi atau tidak memberikan hak bawahan dan memaksa bawahan untuk bekerja melebihi ketentuan. Seyogyanya kesepakatan kerja dibuat untuk kepentingan bersama antara pimpinan dan bawahan. Jika seorang manajer mengharuskan bawahannya bekerja melampaui waktu kerja yang ditentukan, maka sebenarnya manajer itu telah mendzalimi bawahannya. Dan ini sangat bertentangan dengan ajaran agama Islam.

Mohammad Hidayat, seorang konsultan bisnis syariah, menekankan pentingnya unsur kejujuran dan kepercayaan dalam manajemen Islam. Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang sangat terpercaya dalam menjalankan manajemen bisnisnya. Manajemen yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW, adalah menempatkan manusia bukan sebagai faktor produksi yang semata diperas tenaganya untuk mengejar target produksi.

Nabi Muhammad SAW mengelola (manage) dan mempertahankan (mantain) kerjasama dengan stafnya dalam waktu yang lama dan bukan hanya hubungan sesaat. Salah satu kebiasaan Nabi adalah memberikan reward atas kreativitas dan prestasi yang ditunjukkan stafnya.

Menurut Hidayat, manajemen Islam pun tidak mengenal perbedaan perlakuan (diskriminasi) berdasarkan suku, agama, atau pun ras. Nabi Muhammad SAW bahkan pernah bertransaksi bisnis dengan kaum Yahudi. Ini menunjukkan bahwa Islam menganjurkan pluralitas dalam bisnis maupun manajemen.

Hidayat mengungkapkan, ada empat pilar etika manajemen bisnis menurut Islam seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Pilar pertama, tauhid artinya memandang bahwa segala aset dari transaksi bisnis yang terjadi di dunia adalah milik Allah, manusia hanya mendapatkan amanah untuk mengelolanya.

Pilar kedua, adil artinya segala keputusan menyangkut transaksi dengan lawan bisnis atau kesepakatan kerja harus dilandasi dengan akad saling setuju.

Pilar ketiga, adalah kehendak bebas artinya manajemen Islam mempersilahkan umatnya untuk menumpahkan kreativitas dalam melakukan transaksi bisnisnya sepanjang memenuhi asas hukum ekonomi Islam, yaitu halal.

Dan keempat adalah pertanggungjawaban artinya Semua keputusan seorang pimpinan harus dipertanggungjawabkan oleh yang bersangkutan.

Keempat pilar tersebut akan membentuk konsep etika manajemen yang fair ketika melakukan kontrak-kontrak kerja dengan perusahaan lain atau pun antara pimpinan dengan bawahan.

HJM Anowar, konsultan manajemen internasional, melihat ciri manajemen Islami adalah amanah. ''Jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah,'' katanya.

Seorang manajer, lanjutnya, harus memberikan hak-hak orang lain, baik mitra bisnisnya ataupun karyawannya. ''Pimpinan harus memberikan hak untuk beristirahat dan hak untuk berkumpul dengan keluarganya kepada bawahannya. Ini merupakan nilai-nilai yang diajarkan manajemen Islam,'' katanya.

Ciri lain manajemen Islami yang membedakannya dari manajemen ala Barat adalah seorang pimpinan dalam manajemen Islami harus bersikap lemah lembut terhadap bawahan. Contoh kecil seorang manajer yang menerapkan kelembutan dalam hubungan kerja adalah selalu memberikan senyum ketika berpapasan dengan karyawan karena senyum salah satu bentuk ibadah dalam Islam dan mengucapkan terima kasih ketika pekerjaannya sudah selesai. Namun kelembutan tersebut tidak lantas menghilangkan ketegasan dan disiplin. Jika karyawan tersebut melakukan kesalahan, tegakkan aturan. Penegakkan aturan harus konsisten dan tidak pilih kasih.

Untuk aspek keadilannya, Anowar menekankan pentingnya reward control dalam suatu hubungan kerja. ''Islam mengajarkan kita harus bersyukur kepada manusia sebelum bersyukur kepada Allah,'' ujarnya. Artinya, seorang karyawan yang berprestasi tinggi mendapat penghargaan khusus. Bentuk penghargaan bukan hanya berupa materi, tapi juga berupa perhatian. Berapa diantara manajer yang ada di Indonesia yang mengetahui tanggal lahir karyawannya terdekatnya?

Selain itu, setiap pekerjaan harus dilandasi dengan niat yang baik. Karena, niat baik akan menuntun kita melakukan pekerjaan dengan baik untuk hasil yang baik pula. ''Islam mengajarkan sesuatu harus diawali dengan niat baik,'' tegasnya.

E. Menjadi Manajer yang Ri’ayah dalam Islam

Ketua Dewan Penasihat Majelis Ulama Indonesia, Prof KH Ali Yafie memberikan beberapa saran bila seseorang ingin menjadi manajer yang berjiwa pemimpin (ri’ayah) diantaranya:

1 Berikan perhatian atau kepedulian kepada bawahan

2. Buat perencanaan kerja yang baik

3. Bersungguh-sungguh dan teliti dalam melaksanakan rencana kerja

4. Lakukan pengawasan secara terus-menerus

5. Lakukan evaluasi hasil secara berkala

6. Tegakkan disiplin dalam waktu kerja

7. Memikul tanggung jawab terhadap hasil akhir



[1] http://www.anakciremai.com/2008/05/makalah-manajemen-tentang-pengertian.html