Laris di Dunia, 5 Fakta ini Bikin Fortnite Kurang Laku di Indonesia

Fortnite Kurang Laku di Indonesia

Dikenal sebagai game Battle Royale yang sangat populer, faktanya Fortnite kurang laku di Indonesia.

Cukup mengejutkan karena sebetulnya peminat game di Tanah Air sangatlah tinggi didukung dengan banyaknya pengguna internet dan smartphone.

Setidaknya tercatat bahwa lebih dari 150 juta orang telah mengunduh Fortnite sebagai bukti kalau game besutan Epic Games ini memang sudah mendunia.

Namun untuk pasar Indonesia, game yang dirilis pada Juli 2017 ini justru harus rela mengalah dari PUBG (PlayerUnknown’s Battlegrounds).

Game besutan Bluehole ini bisa dibilang sebagai pengawal populernya genre Battle Royale di kalangan gamer Tanah Air.

PUBG Menguasai Pasar Battle Royal di Indonesia

Asiknya Main Game Fortnite

Bukti paling jelas bahwa Fortnite kurang laku di Indonesia adalah dari para penggunanya.

PUBG yang rilis pada Maret 2017 ini memang lebih populer dan bahkan jadi culture pop di kalangan generasi muda Tanah Air.

Tak berlebihan kalau PUBG sukses menggeser tren game genre MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) seperti Mobile Legends (ML), Arena of Valor (AoV) sampai DoTA.

Cukup menarik karena dibandingkan PUBG, Fortnite sebetulnya jauh lebih bisa dimainkan di berbagai konsol.

PS4, PC, Xbox, Nintendo Switch, Android dan iOS adalah platform pilihan main Fortnite yang membuat game ini mendunia.

Namun fakta yang terjadi, justru Fortnite kurang lakudi Negara Indonesia. Penasaran kenapa hal ini bisa terjadi? Maka Anda harus menyimak ulasan berikut ini.

5 Alasan Fortinite Kurang Diminati di Tanah Air

Sebagai negara dengan jumlah pengguna gawai Android besar, sebetulnya peluang Fortnite laris terbuka lebar.

Namun beberapa alasan ini membuat Fortnite kurang laku di Indonesia. Seperti apa? Simak ulasannya:

  1. Sebagai game bergenre Battle Royale, konsep permainan Fortnite sama seperti PUBG atau Apex Legend. Namun yang bikin Fortnite berbeda adalah adanya mode konstruksi di mana pemain bisa membangun bangunan dari material yang dikumpulkan. Hal ini membuat gameplay Fortnite lebih ribet karena banyak kontrol yang harus dikuasai dan mereka yang cuma ingin perang jadi ogah main Fortnite.
  2. Alasan berikutnya Fortnite kurang laku di Indonesia adalah tidak cocok bagi pemula. Ya, dalam Fortnite tak akan ada sistem peringkat (Tier). Hal ini membuat pemain profesional dan noob bisa bertemu di arena yang sama sehingga kemungkinan para noob dihabisi pemain pro begitu besar yang bikin pemula enggan main.
  3. Jika PUBG memiliki tampilan grafis realistik, Fortnite justru memiliki sentuhan kartun. Hal ini membuat banyak orang menilai Fortnite kurang garang dan tak cocok untuk game bergenre Battle Royale yang seharusnya punya nuansa perang serta serius.
  4. Ada banyak platform untuk main Fortnite termasuk gawai Android. Hanya saja tak semua Android bisa memainkannya karena Epic Games hanya mengizinkan smartphone flagship dengan harga di atas Rp 8 juta yang bisa memainkan Fortnite. Berbeda dengan PUBG yang bahkan begitu lancar dimainkan di Android kisaran Rp 2 jutaan.
  5. Epic Games sepertinya belum menjadikan Indonesia sebagai pasar utama Fortnite yang membuat event offline Fortnite di Tanah Air hampir tak ada. Hal ini yang menjadikan Fortnite tidak populer.

Jelas terlihat dari ulasan di atas bahwa Fortnite memang belum sepenuhnya bisa diterima gamer Indonesia. Namun meskipun Fortnite kurang laku di Indonesia, tidak ada salahnya Anda untuk mencoba mengunduh dan menikmati keseruan Battle Royale sambil belajar ngedance ala Fortnite.